Hari Guru: Special Writing

Hari Guru: Special Writing

Selamat hari guru untuk semua pahlawan tanpa tanda jasa di Indonesia!

Sedikit nostalgia masa lalu, setelah saya melepaskan karir didunia perbankan, saya menjadi seorang guru di salah satu pusat kursus bahasa Inggris ternama di Indonesia. Entah kenapa, Tuhan menginginkan saya untuk belajar mengajar. Sekalipun bergumul awalnya, tapi pengalaman singkat mengajar 1,5 tahun itu adalah salah satu pengalaman yang paling berharga dalam hidup saya.

Kalau bicara tentang bayaran, dunia mengajar bukanlah dunia glamor yang berkelimpahan uang. Tapi kalau bicara tentang kepuasan kerja (personal satisfaction), tidak ada pekerjaan yang bisa memberikan kepuasan seperti mengajar!

Jangan salah, mengajar sebuah kelas sangat menguras tenaga. Tapi, ketika ada satu saja dari sekian banyak murid yang mengalami perubahan atau menjadi berhasil karena anda, semua perasaan lelah itu rasanya sepadan, bahkan lebih. Perasaan senang dan puasnya bisa bertahan bulanan, tahunan atau bahkan seumur hidup. Saya sudah 7 tahun tidak mengajar tapi saya masih ingat wajah murid-murid terbaik saya dulu.

A good teacher can change a nation

Menurut saya mengajar sesungguhnya adalah sebuah seni dan seorang pengajar yang bagus adalah seperti seorang pelukis. Setiap murid adalah sebuah individu yang unik dan diperlukan sentuhan yang khusus untuk membuatnya menjadi bersinar. Guru adalah faktor penentu sukses terbesar dalam hidup seorang anak setelah orangtuanya. Karena didalam tangan seorang guru, ada sebuah power to make a difference, kekuatan untuk menggugah yang kemudian memicu suatu rentetan perasaan ingin tahu didalam diri seorang murid yang bisa mengubah total seluruh jalur hidupnya. Tidak terhitung banyaknya orang yang memilih bidang pekerjaan mereka semata-mata karena terinspirasi oleh guru masa kecil mereka.

Seorang guru bisa merubah wajah suatu bangsa. Sebuah survei baru menunjukkan bahwa orang yang memiliki pendidikan rendah (dibawah SMU) lebih cenderung untuk menyetujui tindakan kekerasan yang mengatasnamakan agama. Kalau Indonesia mempunyai lebih banyak guru yang berkualitas dan passionate dalam bekerja, wajah negara ini akan langsung berubah total, dan Tuhan akan mempunyai jauh lebih banyak ruang untuk bermanifestasi, karena sebenarnya, iblis bekerja keras dibelakang tembok kebodohan dan kemiskinan.

Saya rindu kembali mengajar. Saya percaya pada waktunya yang tepat, saya akan kembali duduk membuat lesson plans dan berdiri didepan kelas lagi, melukis kehidupan para murid saya. Pesan saya untuk para guru : tetap semangat, kunci perubahan ada ditanganmu, bawalah bangsa ini kepada Tuhan dan Kebenaran.

(image courtesy of jronaldlee/creative commons)

Apa komentarmu ? ...