4 Kunci Menata Keuangan Keluarga Baru

4 Kunci Menata Keuangan Keluarga Baru

Halaman ini sebetulnya berkaitan dengan posting 3 Kesalahan Suami Pemula, tapi dapat juga berdiri sendiri untuk menjadi panduan merombak dan menata keuangan pasangan yang baru saja menikah/keluarga baru.

Secara garis besar saja, ada empat hal mengenai keuangan yang seorang suami pemula perlu tata : PENGELUARAN, HUTANG, PERPULUHAN DAN MENABUNG.

justmarried2photo by Mzpromise-creative commons

PENGELUARAN : Sebuah perusahaan yang pengeluarannya tidak tercatat pasti cepat atau lambat akan bangkrut, setuju ? Sama persis dengan rumah tanggamu. Kalau pengeluaran rumah tanggamu tidak ada catatannya, PASTI cepat atau lambat akan terkena masalah! Untuk langsung action, KLIK DISINI untuk melihat langkah-langkah apa yang diperlukan untuk mengendalikan pengeluaranmu. Andalah (suami) pemimpinnya, anda yang harus memulai inisiatif ini kalau memang anda serius terhadap pernikahan anda.

HUTANG : Kalau anda masih dalam tahap mau pesta nikah, baca dua tulisan penting ini : Lima Persiapan Sebelum Hari Menikah dan Berhutang Demi Menikah ? (Bahaya) .

Singkat bicaranya, seorang kapten rumah tangga harus waspada terhadap godaan hutang yang sekarang dimana-mana, hadir melalui benda-benda yang bernama Kartu Kredit, Kredit Tanpa Agunan (KTA), Cicilan 0%, cicilan Mobil, dll.

Patokan sederhananya : Hindari hutang. Kalau sampai perlu berhutang, pastikan untuk sesuatu yang PRODUKTIF dan JANGKA PANJANG, bukan yang KONSUMTIF dan JANGKA PENDEK. Contoh jenis hutang yang pertama (Produktif – Jangka Panjang) adalah rumah, modal usaha, kendaraan untuk cari nafkah. Contoh hutang yang jenis kedua adalah barang elektronik (HP/Tablet, games, dll), pakaian, hobi, jalan-jalan (sekarang tour ditawari cicilan 0% – Crazy), cicilan mobil untuk hobi atau gengsi, masih banyak contoh lainnya.

PERPULUHAN : Perpuluhan adalah LANGKAH AWAL untuk mengundang Tuhan masuk dalam kehidupan keuangan keluarga anda. Jangan memberikan perpuluhan karena takut terkena bencana atau rejeki seret, tapi berikanlah perpuluhan karena anda punya iman untuk campur tangan Tuhan dalam hidupmu. Sebab, pemberian yang dilakukan karena rasa takut itu tidak berkenan dimata Tuhan, rasa takut adalah alat pendorong yang dipakai Iblis, bukan Tuhan. Tapi sesuatu yang kita berikan karena iman, terlepas kecil atau besar, akan menghasilkan perubahan yang drastis dalam hidup yang melakukannya.

Andalah (suami) pemimpin yang harus memulai komitmen ini.

MENABUNG : Anda sadar biaya kuliah ekonomi di universitas ternama di Jakarta yang hari ini berkisar 200 jutaan akan membengkak menjadi lebih dari 2 MILYAR 20 tahun dari sekarang, tepat pada waktu anak-anak kita akan masuk ke usia kuliah ? Itulah dashyatnya inflasi dan alasan kuat kenapa kita sebagai kepala rumah tangga harus membangun kultur menabung yang kuat didalam keluarga kita.

Patokan menabung yang baik adalah sekitar 10% dari penghasilan kotor. Simpanlah dalam sesuatu yang kita kenal dengan baik, jangan tergiur untuk coba-coba masuk dalam investasi yang tidak kita mengerti 100%.

Menjadi suami yang baik bukanlah dinilai dari seberapa banyak uang yang anda bisa bawa pulang, tapi dari seberapa baik anda bisa menghargai apa yang ada sekarang, merawatnya baik-baik dan mengundang perkenanan Tuhan yang kelak akan melipat-gandakannya. Dialah yang bertugas melipat-gandakan, anda hanya perlu merawat dan mengelolanya dengan baik. Menabung adalah salah satu bentuk langkah iman yang baik untuk mengatakan pada Tuhan, “Ya, saya mau ikut dalam caraMu.”.

 

Apa komentarmu ? ...