Harus Selalu Berdoa

Harus Selalu Berdoa

Satu lagi peneguhan kalau hari-hari ini banyak orang yang sedang melewati masa-masa yang berat. Pesan mengenai bertahan dalam pergumulan ini terus dikumandangkan oleh berbagai orang yang berbeda-beda, pertama oleh gembala sidang dalam kebaktian hari minggu kemarin, baca tulisan Hari senin Pagi Hari yang Baru. Kedua, oleh Pdm. Sugiono dalam khotbahnya yang berjudul Tawar Hati. Ketiga, peneguhan dari renungan bahasa Inggris TGIF yang berjudul Berbuah Dalam Penderitaan dan Pergumulan.

Kalau suatu pesan yang yang sama disuarakan oleh beberapa orang sekaligus, pastilah itu tanda kalau pesan itu penting. Bisa jadi itu karena beberapa dari kita anak Tuhan sedang melalui pergumulan yang amat berat, dan memang beberapa sahabat yang kami kenal sedang mengalami banyak kesusahan.

Tapi yang pasti Tuhan ingin anda tahu kalau anda tidak sendirian, alasan pesan ini dikumandangkan secara luas adalah supaya semua “penghuni Kerajaan” tahu bahwa ini adalah sebuah ‘event nasional’, bukan sebuah ‘tragedi pribadi’ , ini terjadi ke semua saudara-saudara kita , bukan hanya kita sendiri.

Ada tujuan yang ingin dicapai dari masa yang berat ini.  Ibu Pdm. Liana Marbun dalam khotbah singkatnya memberikan sebuah alasan yang kuat akan kenapa masa pergumulan ini diberikan pada kita, yaitu untuk membuat kita selalu berdoa!

Firman diambil dari Lukas 18:1-8, tentang kisah janda yang secara konsisten mengajukan permintaannya kepada seorang hakim yang lalim dan akhirnya permintaanya dikabulkan.

Photo by Futureshape/creative commons

Photo by Futureshape/creative commons

1. Bertekun doa sampai Tuhan menjawab.

Seorang Penyanyi yang spesialisasinya lagu-lagu sedih, ternyata dalam hidup pribadinya sering mengalami tragedi. Penyanyi tersebut berkata sendiri bahwa mungkin karena jenis lagunya yang selalu sedih, kata-kata sedih yang dilantunkan berulang-ulang tersebut akhirnya menjadi kenyataan dalam hidupnya.

Bagaimana dengan kita, apa yang akan terjadi kalau setiap saat setiap menit kita ‘melantunkan’ doa? Sama seperti penyanyi tadi, pada akhirnya doa yang kita ulang-ulangi tersebut akan menjadi kenyataan dalam hidup kita, sama seperti janda di Lukas 18 itu yang terus mengajukan permintaannya setiap hari pada sang hakim dan akhirnya mendapatkan.

Tapi kita bukan bicara tentang sembarang doa langsung instan dijawab, tapi jenis doa yang meminta kehendak Tuhan ditunjukkan atau terwujud dalam hidup kita. Misalnya kita siang dan malam berdoa untuk pasangan hidup yang dari Tuhan, atau untuk kesehatan, atau pekerjaan, segala hal ini jelas adalah kehendak yang telah disiapkan Tuhan untuk hidup setiap anak-anakNya. Kalau kita berdoa siang dan malam untuk hal-hal itu, apakah Tuhan kiranya akan menutup telingaNya, mengabaikan dan tidak memberikan? TIDAK.

Baca isi firman Lukas 18 itu :

(ayat 3-8) “Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku. Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun, namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku.” Kata Tuhan: “Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu! Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?”

Tuhan tidak pernah mengabaikan doa orang yang secara konsisten siang dan malam datang kepada-Nya. Jangan tawar hati atau lepas harapan, teruskan doa-doa kita dan nantikan saatnya Dia menjawab.

2. Masalah dan Pola Hidup Berdoa.

Hari-hari ini, manusia mempunyai banyak sekali kesibukan, pekerjaan, urusan, masalah dan pergumulan yang menghimpit. Hal-hal ini menyebabkan  Semakin banyak orang meninggalkan doa. Pada awal tahun ini saya menangkap sesuatu dari Tuhan, yaitu bahwa perhatian anak-anak Tuhan sedang dialihkan, saya tuliskan apa yang saya tangkap pada tanggal 21 Januari lalu, baca disini. Sebelumnya itu, tidak jauh dari tanggal 1 Januari, malah ada suatu kutipan dari hamba Tuhan abad 16 yang sepertinya ditulis bukan untuk anak Tuhan masa itu, tapi untuk anak Tuhan masa ini! Saya percaya itu adalah suatu peringatan awal (early warning) dari Tuhan untuk tahun 2013 ini. Baca kutipan hamba Tuhan abad 16 itu disini. 

Apa kalimat yang paling sering diucapkan seseorang yang sedang panas-panasnya dihimpit masalah ? “Saya lagi nggak mau dengar yang rohani-rohani!”, itu kalimat yang paling sering diucapkan orang ketika sedang tertimpa masalah. Ini bukti bahwa masalah, adalah cara yang sangat efektif untuk membuat orang percaya berhenti berdoa.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita sedang bergumul dan secara sadar atau tidak sadar menolak yang “Tuhan-Tuhanan”, inginnya solusi yang ‘instant’ ?

Pertolongan yang paling manjur adalah pertolongan yang dari Surga. Dalam masa bergumul seperti ini, menjauh dari Tuhan adalah hal paling buruk yang bisa kita lakukan. Dan janganlah jadikan kebiasaan berdoa hanya pada saat bermasalah, berdoalah sesering mungkin dalam segala situasi, entah itu susah atau senang, kaya atau miskin, sibuk atau lenggang, sakit atau sehat.

Terima kasih untuk Pdm Liana Marbun untuk mengimpartasikan kekuatan dalam khotbah 20 menit ini. Semoga memberi kekuatan bagi siapa saja yang membacanya. God Bless You.

Share Button

Comments

  1. Riadaz@yahoo.co.id :

    Aku mau belajar untuk lebih tekun dalam doa Tuhan,kiranya Roh Kudus mengingatkan aku selalu

Boleh minta komentar ? ...