Resiko Besar Menjadi Bendahara Tuhan

Salah satu jenis film kesukaan saya adalah film tentang mata-mata. Cerita tentang agen-agen rahasia suatu negara yang menyamar hidup sebagai orang awam di negara lain sambil mengumpulkan informasi atau melakukan aksi secara cepat dan tersembunyi ketika markas besar mengirimkan perintah. Mereka senantiasa hidup 24jam dalam resiko bisa terbunuh atau ditangkap oleh karena ada kebocoran informasi tentang identitas mereka yang sebenarnya. Tapi ada satu resiko yang jauh lebih besar dari terbunuh atau tertangkap, yaitu: Membelot!

Seorang mata-mata senantiasa hidup didalam suatu lingkungan yang sebetulnya bertentangan dengan jati diri asli mereka. Mereka telah didoktrin secara kuat tentang misi dan tujuan mereka, dilatih untuk senantiasa fokus pada tujuan akhir yang ingin dicapai organisasi dan mengabaikan apapun perasaan pribadi yang mereka rasakan selama bertugas menyamar. Tapi terkadang, seorang mata-mata bisa jatuh dalam godaan-godaan yang ia temui dalam penyamarannya. Bisa jadi itu wanita, kekuasaan atau kekayaan. Godaan yang terakhir ini biasanya adalah godaan yang paling kuat yang dihadapi oleh seorang mata-mata selama bertugas. Godaan kekayaan dapat membuatnya lupa akan misinya, membelot ke puhak musuh atau yang paling gawat, menjadi agen ganda yang berpura-pura masih setia kepada majikan awalnya padahal hatinya sudah mendua kepada pihak musuh!

Menjadi seorang hamba Tuhan didunia sekuler adalah seperti menjadi seorang mata-mata. Apalagi kalau anda memegang posisi sebagai bendaharaNya! Anda diberikan suatu kekayaan duniawi oleh Tuhan untuk dikelola dan anda harus siap untuk setiap saat ‘mendistribusikannya’ kepada siapapun yang ditunjuk ketika ‘markas besar’ memberi perintah. Masalahnya, uang adalah sesuatu yang berbahaya. Anda ingat Yesus mengatakan firman berikut ini, “Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”? Firman tersebut tertulis dalam kitab Markus 10:25 dan intinya mengatakan bahwa orang dengan kekayaan mempunyai peluang lebih kecil untuk masuk surga dibanding mereka yang tidak memiliki kekayaan. Tapi di sisi lain, kita telah membahas tentang bagaimana Tuhan juga membutuhkan bendahara-bendahara untuk mengelola kekayaan milikNya untuk mewujudkan keinginanNya di bumi. Jadi bagaimana ini!?

[quote_left] Kata-Nya kepada mereka: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala – lukas 10:2-3[/quote_left]Sebelum kita menarik kesimpulan, mari kita lihat cerita dari bendahara terhebat Tuhan, Raja Salomo. Ketika Tuhan menampakkan diri kepada Salomo (2Taw 1), Tuhan menanyakan apa yang menjadi keinginan Salomo dan ia hanya meminta satu hal saja yaitu hikmat. Tuhan melihat keinginannya itu baik dan diberikanNya hikmat itu. Tapi tidak berhenti sampai di situ. Tuhan melanjutkan dengan memberi hal-hal yang tidak diminta oleh Salomo yaitu kekayaan, harta benda dan kemuliaan. Perhatikan apa yang terjadi disini. Anda pernah berpikir kenapa Salomo tidak meminta kekayaan? Karena ayahnya adalah Daud, salah satu anak kesayangan Tuhan. Daud sudah pasti banyak mengajarkan dan mempersiapkan Salomo sebelum ia duduk sebagai raja. Salomo juga membaca mazmur-mazmur ayahnya yang salah satunya menuliskan “…apabila harta makin bertambah, janganlah hatimu melekat padanya” (Mazmur 62:11). Dengan berbekalkan semua ini, Salomo tampil bukan sebagai orang yang naif dan buta akan bahaya kekayaan, tapi sebagai orang yang terlatih, berpengalaman dan tahu persis bahaya yang dihadapi ketika berurusan dengan kekayaan. Oleh karena itu semua, Salomo cukup pintar untuk tidak meminta harta ketika Tuhan menampakkan diri kepadanya. Ia ingin menjaga peluangnya masuk surga aman. Namun, ternyata Tuhan berkata lain. Ia melimpahkan segala kekayaan dan kemuliaan kepada Salomo dan pada akhirnya, Salomo pun jatuh dan kehilangan keselamatannya.

Jadi apakah Tuhan sengaja memberikan kekayaan kepada Salomo agar ia jatuh? Sama sekali tidak! Tuhan memberikan kekayaan itu karena Salomo memiliki apa yang tidak dimiliki oleh banyak orang dalam mengelola harta, yaitu HIKMAT. Disini kita bisa melihat sebuah prinsip yang dipakai Tuhan dalam menentukan bendaharaNya, yaitu: bendahara berhikmat kecil mengelola kekayaan yang kecil, bendahara berhikmat besar mengelola kekayaan yang besar pula. Kalau bukan Salomo, siapa lagi yang sanggup mengelola kekayaan begitu banyak? Siapa yang lebih berhikmat dari Salomo? Tidak ada. Tuhan benar-benar membutuhkan seorang bendahara. Tuhan begitu membutuhkan bendahara sampai Ia mempertaruhkan Salomo, prajurit terpintarNya, untuk mengelola kekayaanNya. Ia tahu kekayaan yang begitu besar akan mendatangkan banyak ujian, godaan dan tekanan pada kehidupan spiritual Salomo. Tuhan bertaruh Salomo akan berhasil dengan berbekalkan hikmatnya, Iblis bertaruh Salomo akan jatuh dengan berbekalkan pasukan wanita penggodanya, skenario yang mirip sekali seperti pertaruhan mereka atas Ayub, dan ternyata, Salomo jatuh…

Kekayaan mendatangkan banyak hal kedalam hidup kita selain kesejahteraan belaka. Kekayaan menimbulkan keinginan-keinginan baru yang sepertinya tidak pernah puas dipenuhi, ketakutan-ketakutan akan keamanan harta anda, kewajiban-kewajiban yang lebih besar seperti pajak dan terutama, kekayaan mendatangkan godaan-godaan serta urusan-urusan baru seputar cara pengelolaannya seperti harus invest dimana, memutar uangnya dimana. menabung di bank apa, cari penasihat investasi, dll.

Menjadi seorang bendahara Tuhan adalah pekerjaan yang beresiko karena banyak dari pekerjaan-pekerjaan Tuhan bergantung pada anda. Anda senantiasa berusaha menjaga keseimbangan anda dengan terus meminta hikmat Tuhan agar tidak jatuh dan kehilangan keselamatan anda. Dan Iblis tahu akan hal itu. Iblis akan berusaha segala cara untuk membuat anda lupa bahwa anda adalah seorang bendahara Tuhan. Ia akan memberitahu bahwa sesungguhnya anda adalah orang yang hebat, sukses dan layak untuk memperoleh yang terbaik dalam hidup. Ia ingin membuat anda lupa akan Tuhan,tenggelam dalam semua kenikmatan yang tersedia dari kekayaan anda dan lupa siapa jati diri anda sesungguhnya dan tujuan awal anda diberkati. Lihatlah Salomo. Lihatlah Saul. Mereka terbuai dalam kenyamanan kekayaan mereka dan melupakan Tuhan. Menjadi bendahara Tuhan sama dengan hidup senantiasa dalam sasaran tembak si Iblis yang akan selalu menggoda, menggelitik anda dengan berbagai macam tawaran, menipu, menekan, mengancam, menggertak, menjebak, menumpahkan seribu macam kesibukan dan seribu macam cara lainnya hanya untuk satu tujuan yaitu untuk membuat anda LUPA.

 

(image courtesy of Moyan_brenn/creative commons)

Share Button

Boleh minta komentar ? ...